Kamis, 21 Februari 2013

LKS Budidaya Toga


    







DESKRIPSI
  
1.     Pengertian tanaman toga.
        TOGA singkatan dari Tanaman Obat Keluarga, yaitu berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan di halaman atau pekarangan rumah atau di kebun, yang bermanfaat dan berkhasiat sebagai obat atau sebagai apotik hidup bagi keluarga.
      Syarat penentuan jenis tanaman obat yang akan dibudidayakan :
a.  Tanaman itu tidak memerlukan perawatan khusus
b.  Tidak mudah terserang hama dan penyakit
c.  Bibitnya mudah didapat
d.  Termasuk dalam kelompok yang mudah tumbuh
e.  Tidak termasuk jenis tanaman yang berbahaya
Manfaat TOGA :
a.  Sarana pelayanan kesehatan keluarga yang relatif murah, aman dan bermanfaat
b.  Memperindah lingkungan halaman rumah
c.  Hobi dan dapat menghilangkan stres.


 UJI KOMPETENSI
 
A.     JAWABLAH DENGAN SINGKAT DAN BENAR !
1.    Apa yang dimaksud dengan TOGA?

…………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………
 
2.    Apa syarat penentuan jenis tanaman obat yang akan dibudidayakan?

…………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………

3.    Jelaskan 3 (tiga) manfaat TOGA !
…………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………

Rabu, 20 Februari 2013

Budidaya tanaman toga

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KD 1.1



Nama Sekolah : SMA NEGERI 22 SURABAYA

Mata Pelajaran : Mulok Budidaya Tanaman

Kelas/Semester : XI/2

Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

Standar Kompetensi : 1. Mengimplementasikan upaya pelestarian lingkungan hidup di sekolah dengan berbagai budidaya tanaman toga, buah dan sayuran.


I. Kompetensi Dasar :

1.1. Mendeskripsikan struktur , komponen penyusu tanaman toga dan keterkaitannya dengan kesehatan tubuh manusia.


II. Indikator :

Kognitif :

1. Menjelaskan pengertian tanaman toga.

2. Menguraikan ciri-ciri struktur tanaman toga.

3. Menjelaskan komponen penyusun tanaman toga.

4. Mengaitkan struktur, komponen dan manfaat tanaman toga bagi kesehatan tubuh.


Afektif :

Dapat mengembangkan karakter jujur,peduli,tanggung jawab



III. Materi Pembelajaran

1. Pengertian tanaman toga.

2. Berbagai macam tanaman toga dan komponen penyusunnya.

3. Manfaat tanaman toga bagi kesehatan tubuh manusia


DESKRIPSI


1. Pengertian tanaman toga.

TOGA singkatan dari Tanaman Obat Keluarga, yaitu berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan di halaman atau pekarangan rumah atau di kebun, yang bermanfaat dan berkhasiat sebagai obat atau sebagai apotik hidup bagi keluarga.

Syarat penentuan jenis tanaman obat yang akan dibudidayakan :

a. Tanaman itu tidak memerlukan perawatan khusus

b. Tidak mudah terserang hama dan penyakit

c. Bibitnya mudah didapat

d. Termasuk dalam kelompok yang mudah tumbuh

e. Tidak termasuk jenis tanaman yang berbahaya

Manfaat TOGA :

a. Sarana pelayanan kesehatan keluarga yang relatif murah, aman dan bermanfaat

b. Memperindah lingkungan halaman rumah

c. Hobi dan dapat menghilangkan stres.


2. Berbagai macam tanaman toga dan komponen penyusunnya serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia


a. TEMULAWAK

Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) yang termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia. temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh.

b. KUNYIT

Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

c. KEJI BELING

Keji beling memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga sebagai penurun kolesterol. Daun tanaman ini selain direbus untuk diminum airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

d. SAMBILOTO

Sambiloto (Andrographis paniculata), banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik yang memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu. Sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis. sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).

e. HANDEULEUM

HANDEULEUM (Graptopthyllum pictum [L.] Griff) Khasiat dan cara pengobatan: Wasir: 10 g daun handeuleum segar dicuci bersih lalu direbus dalam 2 gelas air sampai air rebusan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum air rebusan pagi dan sore masing-masing ½ gelas. Memar: kulit batang dibersihkan lalu ditumbuk halus kemudian dibalurkan dan dibalut dengan perban pada daerah yang memar. Ganti 2 kali sehari. Sembelit: cuci 7 lembar daun lalu rebus dengan 2 gelas air hingga 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

f. JAHE

Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif antipenuaan. Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak/membran dari oksidasi, menghambat oksidasi kolesterol, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Berbagai manfaat jahe yang secara tradisional sudah dikenal luas adalah seperti berikut ini: Masuk angin Ramuan: Ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya . Didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah) Ramuan: Ambil jahe seibu jari, bakar lalu memarkan. Seduh dengan segelas air dan beri sedikit gula aren, minum sekaligus. Minum tiga kali sehari. Mencegah mabuk kendaraan Ramuan: Ambil jahe seibu jari, cuci dan iris tipis-tipis, lalu rebus dengan segelas air. Diminum hangat-hangat sebelum naik kendaraan. Terkilir Ramuan: Ambil jahe lebih kurang dua ruas. Cuci bersih lalu parut, tambahkan sedikit garam. Balurkan ramuan ini pada anggota tubuh yang terkilir. Lakukan dua kali sehari.

g. TEMPUYUNG

Tempuyung (Sonchus arvensis L). Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine. Untuk menggunakannya sebagai obat diperlukan lima lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi.

h. BAWANG PUTIH

Bawang putih (Allium sativum. Kandungan sulfur membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. bawang ini dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker .

i. BUNGA KENOP

Bunga kenop berkhasiat sebagai obat batuk, obat sesak napas, peluruh dahak dan obat radang mata. Kandungan Kimianya yaitu Gomphrenin I, Gomphrenin II, Gomphrenin III, Gomphrenin V, Gomphrenin VI dan amarathin. KAndungan minyak asiri, flavon atau saponin mempunyai khasiat sebagai peluruh dahak. Bagian yang digunakan adalah bunga atau seluruh herba segar atau herba kering. Indikasi: o Bunga berkhasiat untuk pengobatan o Batuk rejan (pertusus), o TB Paru disertai batuk darah, o Sesak napas.

j. CIPLUKAN

Dalam pengobatan Alternatif Herbal Influenza, Sakit tenggorok, Batuk rejan, Bronchitis, Gondongan, Pembekakan buah pelir, Bisul, Borok, Kencing manis, Sakit paru – paru, Ayan, Pembekakan prostate.

k. DAUN DEWA

Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman. daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum.

l. KUMIS KUCING

Daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis.

m. KENCUR

Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri dalam rimpang kencur mengandung lebih dari 23 jenis senyawa. Tujuh di antaranya mengandung senyawa aromatik, monoterpena, dan seskuiterpena. Kandungan kimia yang terdapat di dalam rimpang kencur adalah: • pati (4,14%) • mineral (13,73%) • minyak astiri (0,02%) • berupa sineol • asam metal kanil • penta dekaan • asam cinnamic • ethyl aster • asam sinamic • borneol • kamphene • paraeumarin • asam anisic • alkaloid, dan • gom Dengan kandungan zat kimia tersebut maka banyak dimanfaatkan sebagai obat, berikut adalah cara pemanfaatan kencur berdasarkan penyakit yang dapat diatasinya : Influenza pada Bayi Komposisi: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan dua lembar daun kemukus (lada berekor/cubeb). Cara menyajikan : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian ditambah beberapa sendok air hangat. Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan diseputar hidung.

n. BELUNTAS

Secara tradisional daun beluntas digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bau badan, obat turun panas, obat batuk, dan obat diare. Daun beluntas yang telah direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit. Disamping itu daun beluntas juga sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan.


IV. Metode Pembelajaran

1. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab.

2. Model : Kooperatif Learning tipe STAD dan Direct Instruction


V. Langkah-langkah Pembelajaran


A. Kegiatan Awal (5 menit)

Fase 1.

• Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan gambar salah satu tanaman toga dan mengajukan pertanyaan : ‘bagaimanakah pendapatmu mengenai gambar ini?’

• Peserta didik : harapan guru peserta didik menjawab kalimat yang menunjukkan Nama dan fungsi tanaman toga.

• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu “struktur, komponen dan manfaat tanaman toga.”

• Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar

• Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan: ‘Bagaimana struktur, komponen dan manfaat yang terdapat pada tanaman toga?’


B. Kegiatan Inti (80 menit)

Fase 2 • Guru menyampaikan informasi tentang struktur, komponen dan manfaat tanaman toga.

Fase 3 • Guru membagi peserta didik dalam kelompok 4 orang untuk mencermati gambar-gambar dari slide.

• Selanjutnya guru membagikan LKPD 1 dan LKPD 2 pada masing-masing kelompok untuk didiskusikan dan dikerjakan

Fase 4 • Siswa mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 5 • Guru membimbing dan memfasilitasi untuk mengarahkan siswa dalam menganalisa dan membuat kesimpulan


C. Kegiatan Penutup (5 menit)

• Guru memberikan penghargaan pada seluruh kelompok atas kerja sama pada kegiatan pembelajaran..

• Guru memberikan tugas untuk pertemuan yang akan datang untuk tiap kelompok..


V. Media Pembelajaran

Alat/Bahan : Alat tulis, LCD/OHP, LKPD 1

Sumber Belajar :

http://duniatehnikku.wordpress.com/2011/04/22/aneka-jenis-tanaman-obat-obatan-serta-khasiatnya/

id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_obat_keluarga

id.shvoong.com › Sains › Agronomi - Pertanian

liliskurniasih.wordpress.com/.../fungsi-dan-manfaat-tanaman
VI. Penilaian

• Penilaian tertulis LKPD 1

• Penilaian proses belajar peserta didik

Surabaya, Januari 2012





Arjani Puspitarini,S.Pd

NIP. 19710427 200801 2 006

Foto-Foto kegiatan pengomposan

RPP Kompos

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KD 3.3



Nama Sekolah : SMA NEGERI 22 SURABAYA

Mata Pelajaran : Mulok Sampah

Kelas/Semester : XI/l

Alokasi Waktu : 6 X 45 menit

Standar Kompetensi : 3. Melakukan upaya pelestarian lingkungan di sekolah dengan cara mengelola sampah 3R, membuang sampah sesuai jenisnya dan membuat kompos.


I. Kompetensi Dasar :

3.3. Membuat pengolahan sampah organic sebagai bahan kebutuhan manusia


II. Indikator :

Kognitif :

1. Siswa memahami langkah-langkah pembuatan kompos.


Psykomotorik

1. Siswa dapat membuat sampah organic menjadi kompos secara urut dan benar.


Afektif : Siswa dapat mengembangkan karakter jujur,peduli,tanggung jawab dan bekerjasama.



III. Materi Pembelajaran

1. Kompos


DESKRIPSI


KOMPOS


Ada perbedaan fungsi antara pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik lebih berfungsi terhadap perbaikan sifat-sifat tanah. Sementara pupuk anorganik lebih berfungsi terhadap usaha untuk memperkaya unsur hara di dalam tanah.


Tujuan Pemupukan Dengan Kompos


Pupuk organik/kompos berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat atau struktur tanah. Pemberian kompos pada tanah berpasir akan menyebabkan bersatunya butiran-butiran pasir, sehingga tanah menjadi gembur, maka akan dapat merenggangkan ikatan butiran-butiran penyusun tanah, sehingga susunan tanah menjadi tidak padat lagi (menjadi gembur) dan sangat baik untuk ditanami.


Selain itu, tanah yang diberikan kompos akan memiliki kemampuan daya serap terhadap air lebih baik. Dampak dari ini, maka kehilangan air pada musim kemarau dapat diperkecil karena kompos telah mengikat air cukup baik pada saat musim hujan.


Cara Pembuatan Kompos


Ada dua hal yang harus dipersiapkan dalam pembuatan kompos. Yang pertama adalah lahan/tempat untuk melakukan pemrosesan.

Yang kedua adalah bahan-bahan atau material untuk dijadikan kompos itu sendiri. Untuk tempat mutlak harus ada. Sementara untuk bahan pasti sudah tersedia di mana pun kita berada. Karena bahannya bisa diperoleh dari sampah-sampah organik yang cukup berlimpah di sekitar kita.


Pertama, Untuk kegiatan pengomposan siapkan karung beras yang sudah dilubangi kecil-kecil dan diberi label nama siswa.


Kemudian siapkan bahan-bahan komposnya, yaitu sampah-sampah dari tumbuhan. Bisa sisa sayuran, jerami, daun-daunan, atau sampah pasar. Silakan mencari dari halaman sekolah sampah dedaunan yang berumur maksimal 1 hari. Cacah pendek-pendek, sekitar 5-7 cm agar potongannya seragam . masukkan ke karung beras yang sudah disiapkan. Selanjutnya ikat erat. Simpan di rumah kompos agar tidak terkena air hujan maupun sinar matahari langsung. Setiap satu minggu sekali di jam KBM Mulok, silakan dibuka. Tuang potongan dedaunan tersebut. Siram dengan air leri satu botol aqua 600 ml dan juga EM-4 yang sudah diencerkan. Aduk/campur potongan sampah dedaunan tersebut dan masukkan kembali serta ikat rapat karung berasnya.



Ciri-Ciri Kompos Yang Sudah Jadi


Ciri-ciri kompos yang sudah jadi yaitu bentuk, bau dan warnanya sudah mirip denga tanah, hitam kecoklatan. Bila diremas terasa rapuh. Suhunya sekitar 350 celcius. Bila sudah memenuhi ciri-ciri seperti itu, berarti kompos yang kita buat telah jadi. Tumpukan kompos siap untuk dibongkar.
Tetapi sebelum dipakai, kompos harus diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar airnya hingga tinggal 15%. Caranya, hamparkan di lantai atau karung alas yang lebar. Kemudian dibolak-balik seperti menjemur padi. Bila sudah selesai, kompos diayak dulu. Hasil ayakan kompos ditimbang dan dicatat dalam tabel yang sudah dipersiapkan. Buat dua kemasan kompos siap jual masing-masing seberat 500gr. Selanjutnya silakan satu kemasan dijual dan hasil penjualan dilaporkan kepada guru pengajar. Satu kemasan yang lain dikumpulkan untuk dokumen. Selanjutnya sisa kompos siap dipakai untuk dijadikan sebagai media tanam pada kegiatan Mulok semester genap, yaitu budidaya tanaman.



IV. Metode Pembelajaran

1. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab, Praktek

2. Model : Pembelajaran langsung

V. Langkah-langkah Pembelajaran

Fase 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

• Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh kompos dan dedaunan/rerumputan lalu mengajukan pertanyaan : ‘bagaimanakah pendapatmu mengenai bahan-bahan ini?’

• Peserta didik : harapan guru peserta didik menjawab kalimat yang menunjukkan Pembuatan kompos.

• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu “pembuatan kompos”

• Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar .

• Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan: ‘Bagaimana cara membuat kompos?’


Fase 2. Mendemonstrasikan ketrampilan (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)

• Guru mendemontrasikan pembuatan kompos tahap demi tahap.


Fase 3 . Membimbing pelatihan

• Guru membagi peserta didik secara acak menjadi 8 kelompok (1 kelompok 4-5 orang).

• Selanjutnya guru membagi lembar kerja dan meminta setiap kelompok untuk membuat kompos seperti yang telah dipelajari sebelumnya.


Fase 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

• Guru memeriksa hasil kerja kelompok.

• Guru meminta kepada siswa untuk membuka LKS mengenai kompos dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kompos.

• Siswa mempresentasikan hasil kerjanya.

• Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil membuat kompos dengan urut dan benar.


Fase 5. Memberi kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.

• Guru mempersiapkan kesempatan untuk melakukan kegiatan pengomposan lanjutan.

V. Media Pembelajaran

Alat/Bahan : Alat tulis, LCD, LKS, Peralatan dan Bahan-bahan pengomposan.

Sumber Belajar :

Pengelolaan dan pemanfaatan sampah,PTD Provinsi Maluku : Januari 2010.

http://aliefardi.blogspot.com/2011/04/starter-pupukkompos-buatan-sendiri.html


VI. Penilaian

• Penilaian tertulis LKS

• Penilaian proses belajar peserta didik

• Penilaian afektif peserta didik









Surabaya, Juli 2012




Mengetahui

Pengajar




Arjani Puspitarini, S.Pd

NIP. 19710427 200801 2 006