Rabu, 20 Februari 2013

RPP Kompos

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KD 3.3



Nama Sekolah : SMA NEGERI 22 SURABAYA

Mata Pelajaran : Mulok Sampah

Kelas/Semester : XI/l

Alokasi Waktu : 6 X 45 menit

Standar Kompetensi : 3. Melakukan upaya pelestarian lingkungan di sekolah dengan cara mengelola sampah 3R, membuang sampah sesuai jenisnya dan membuat kompos.


I. Kompetensi Dasar :

3.3. Membuat pengolahan sampah organic sebagai bahan kebutuhan manusia


II. Indikator :

Kognitif :

1. Siswa memahami langkah-langkah pembuatan kompos.


Psykomotorik

1. Siswa dapat membuat sampah organic menjadi kompos secara urut dan benar.


Afektif : Siswa dapat mengembangkan karakter jujur,peduli,tanggung jawab dan bekerjasama.



III. Materi Pembelajaran

1. Kompos


DESKRIPSI


KOMPOS


Ada perbedaan fungsi antara pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik lebih berfungsi terhadap perbaikan sifat-sifat tanah. Sementara pupuk anorganik lebih berfungsi terhadap usaha untuk memperkaya unsur hara di dalam tanah.


Tujuan Pemupukan Dengan Kompos


Pupuk organik/kompos berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat atau struktur tanah. Pemberian kompos pada tanah berpasir akan menyebabkan bersatunya butiran-butiran pasir, sehingga tanah menjadi gembur, maka akan dapat merenggangkan ikatan butiran-butiran penyusun tanah, sehingga susunan tanah menjadi tidak padat lagi (menjadi gembur) dan sangat baik untuk ditanami.


Selain itu, tanah yang diberikan kompos akan memiliki kemampuan daya serap terhadap air lebih baik. Dampak dari ini, maka kehilangan air pada musim kemarau dapat diperkecil karena kompos telah mengikat air cukup baik pada saat musim hujan.


Cara Pembuatan Kompos


Ada dua hal yang harus dipersiapkan dalam pembuatan kompos. Yang pertama adalah lahan/tempat untuk melakukan pemrosesan.

Yang kedua adalah bahan-bahan atau material untuk dijadikan kompos itu sendiri. Untuk tempat mutlak harus ada. Sementara untuk bahan pasti sudah tersedia di mana pun kita berada. Karena bahannya bisa diperoleh dari sampah-sampah organik yang cukup berlimpah di sekitar kita.


Pertama, Untuk kegiatan pengomposan siapkan karung beras yang sudah dilubangi kecil-kecil dan diberi label nama siswa.


Kemudian siapkan bahan-bahan komposnya, yaitu sampah-sampah dari tumbuhan. Bisa sisa sayuran, jerami, daun-daunan, atau sampah pasar. Silakan mencari dari halaman sekolah sampah dedaunan yang berumur maksimal 1 hari. Cacah pendek-pendek, sekitar 5-7 cm agar potongannya seragam . masukkan ke karung beras yang sudah disiapkan. Selanjutnya ikat erat. Simpan di rumah kompos agar tidak terkena air hujan maupun sinar matahari langsung. Setiap satu minggu sekali di jam KBM Mulok, silakan dibuka. Tuang potongan dedaunan tersebut. Siram dengan air leri satu botol aqua 600 ml dan juga EM-4 yang sudah diencerkan. Aduk/campur potongan sampah dedaunan tersebut dan masukkan kembali serta ikat rapat karung berasnya.



Ciri-Ciri Kompos Yang Sudah Jadi


Ciri-ciri kompos yang sudah jadi yaitu bentuk, bau dan warnanya sudah mirip denga tanah, hitam kecoklatan. Bila diremas terasa rapuh. Suhunya sekitar 350 celcius. Bila sudah memenuhi ciri-ciri seperti itu, berarti kompos yang kita buat telah jadi. Tumpukan kompos siap untuk dibongkar.
Tetapi sebelum dipakai, kompos harus diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar airnya hingga tinggal 15%. Caranya, hamparkan di lantai atau karung alas yang lebar. Kemudian dibolak-balik seperti menjemur padi. Bila sudah selesai, kompos diayak dulu. Hasil ayakan kompos ditimbang dan dicatat dalam tabel yang sudah dipersiapkan. Buat dua kemasan kompos siap jual masing-masing seberat 500gr. Selanjutnya silakan satu kemasan dijual dan hasil penjualan dilaporkan kepada guru pengajar. Satu kemasan yang lain dikumpulkan untuk dokumen. Selanjutnya sisa kompos siap dipakai untuk dijadikan sebagai media tanam pada kegiatan Mulok semester genap, yaitu budidaya tanaman.



IV. Metode Pembelajaran

1. Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab, Praktek

2. Model : Pembelajaran langsung

V. Langkah-langkah Pembelajaran

Fase 1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa

• Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan contoh kompos dan dedaunan/rerumputan lalu mengajukan pertanyaan : ‘bagaimanakah pendapatmu mengenai bahan-bahan ini?’

• Peserta didik : harapan guru peserta didik menjawab kalimat yang menunjukkan Pembuatan kompos.

• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menuliskan topik yang akan dipelajari yaitu “pembuatan kompos”

• Guru menyebutkan indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam belajar .

• Guru mengeksplorasi pengetahuan awal peserta didik melalui pertanyaan: ‘Bagaimana cara membuat kompos?’


Fase 2. Mendemonstrasikan ketrampilan (pengetahuan procedural) atau mempresentasikan pengetahuan (deklaratif)

• Guru mendemontrasikan pembuatan kompos tahap demi tahap.


Fase 3 . Membimbing pelatihan

• Guru membagi peserta didik secara acak menjadi 8 kelompok (1 kelompok 4-5 orang).

• Selanjutnya guru membagi lembar kerja dan meminta setiap kelompok untuk membuat kompos seperti yang telah dipelajari sebelumnya.


Fase 4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

• Guru memeriksa hasil kerja kelompok.

• Guru meminta kepada siswa untuk membuka LKS mengenai kompos dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kompos.

• Siswa mempresentasikan hasil kerjanya.

• Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil membuat kompos dengan urut dan benar.


Fase 5. Memberi kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.

• Guru mempersiapkan kesempatan untuk melakukan kegiatan pengomposan lanjutan.

V. Media Pembelajaran

Alat/Bahan : Alat tulis, LCD, LKS, Peralatan dan Bahan-bahan pengomposan.

Sumber Belajar :

Pengelolaan dan pemanfaatan sampah,PTD Provinsi Maluku : Januari 2010.

http://aliefardi.blogspot.com/2011/04/starter-pupukkompos-buatan-sendiri.html


VI. Penilaian

• Penilaian tertulis LKS

• Penilaian proses belajar peserta didik

• Penilaian afektif peserta didik









Surabaya, Juli 2012




Mengetahui

Pengajar




Arjani Puspitarini, S.Pd

NIP. 19710427 200801 2 006

1 komentar:

  1. Wynn Casino & Hotel - Mapyro
    Wynn Las 안동 출장안마 Vegas and 대전광역 출장마사지 Encore is connected by a 20-lane 논산 출장샵 pedestrian bridge that cuts through the casino floor and connects to the 전라북도 출장샵 convention center, shopping. 나주 출장샵

    BalasHapus